Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kab. JEPARA

Ir. Achid Setiawan Candraningrat, MSi
NIP. 196011201989021001
LINK TERKAIT
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 12722 user
  • IP address : 54.166.173.147
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Potensi Perikanan
Share this article on :

Perikanan Tangkap

Kabupaten Jepara mempunyai sumberdaya ikan yang cukup besar. Sumberdaya ikan tersebut terdapat di Laut Jawa yaitu disebelah barat dan utara wilayah Kabupaten Jepara, serta di perairan umum yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Jepara.

Diperkirakan luas daerah penangkapan yang dapat dijangkau oleh nelayan Jepara adalah :

  • · Untuk jenis ikan pelagis : ± 1.555,2 km2
  • · Untuk jenis ikan demersal        : ± 1.360,8 km2.

Jumlah nelayan laut sejumlah 13.090 orang dengan armada penangkapan 3.512 unit kapal.  Jumlah TPI aktif ada 12 TPI yaitu TPI Kedungmalang, TPI Panggung, TPI Demaan, TPI Bulu, TPI Jobokuto, TPI Mlonggo, TPI Bondo, TPI Bandungharjo, TPI Ujungwatu I, TPI Ujungwatu II dan TPI Karimunjawa.

Jenis  tangkapan diantaranya manyung, ekor kuning, teri, tongkol, kembung. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2011 adalah sebesar 6.712, 6 ton. Perairan umum juga memberi kontribusi pada produksi perikanan tangkap. Jumlah nelayan perairan umum yaitu 6.645 orang dengan  produksi  pada tahun 2011 sebesar 1.543,10  ton.

 

Perikanan Budidaya

Kabupaten Jepara memiliki potensi lahan budidaya air payau seluas 1.065, 6 hektar yang berada di 5 kecamatan yaitu Kedung, Jepara, Tahunan, Mlonggo dan Donorojo.

Budidaya air payau khususnya tambak dengan komoditas udang dan bandeng masih manjadi unggulan. Selain udang windu, udang vaname juga dibudidayakan meskipun belum banyak. Bandeng masih menjadi komoditas unggulan di sub sektor air payau. Selain komoditas tersebut, di Kecamatan Kedung, juga dikembangkan komoditas Artemia salina  yang digunakan untuk pakan alami udang/ikan.Dari 797 unit usaha budidaya, jumlah produksi tambak pada tahun 2011 sebesar 2.487,2 ton.

Selain budidaya air payau, potensi perikanan budidaya yang dimiliki adalah budidaya air tawar. Luas lahan budidaya air tawar Kabupaten Jepara adalah 14,82 Ha, tersebar di Kec. Nalumsari, Tahunan, Jepara, Bangsri, Kedung dan Welahan. Komoditas yang diusahakan yaitu Lele, Patin, Gurame dan Nila. Jumlah pembudidaya air tawar adalah 890 orang dengan produksi pada tahun 2011 sebesar 188,3 ton.

Selain usaha pembesaran, usaha pembenihan (UPR) juga berkembang di Kecamatan Pecangaan dengan produk benih Lele dan HSRT untuk benih udang yang tersentra di Kecamatan Jepara. Produk benih yang dihasilkan HSRT berupa benih udang windu dan vaname.

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Jepara. Selain di Kepulauan Karimunjawa yang menjadi sentranya, budidaya rumput laut juga dikembangkan di Kecamatan Jepara (Teluk Awur, Bandengan) dan Kecamatan Bangsri (Bondo). Metode budidya yang digunakan oleh pembudidaya rumput laut di Kabupaten Jepara adalah metode rakit dan rawai permukaan. Sedangkan jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah Euchemma cottoni.

Dari keseluruhan potensi lahan budidaya seluas 1.274 Ha tingkat pemanfaatan baru mencapai 282 Ha, sehingga usaha pengembangan budidaya rumput laut masih terbuka lebar.

 

Pengolahan Hasil Perikanan 

Usaha pengolahan hasil perikanan yang berkembang di Kabupaten Jepara meliputi pengolahan hasil perikanan non pangan/konsumsi dan  pangan/konsumsi.

Usaha pengolahan pangan/konsumsi yang berkembang adalah pengasapan, pengasinan, pemindangan ikan, pembuatan kerupuk ikan dan olahan rumput laut. Sedangkan usaha pengolahan hasil perikanan non pangan/konsumsi yang berkembang adalah kerajinan kulit kerang.

Hasil produksinya antara lain lampu, meja-kursi, kaligrafi dll. Jumlah keseluruhan unit pengolah ikan yang ada di Kabupaten Jepara adalah 818 unit. Sedangkan pemasar yang ada sejumlah 3.150 orang.

GALERI KEGIATAN TERBARU
BERGABUNG DENGAN GROUP KAMI DI FACEBOOK